Daerah rehabilitasi Terumbu Karang ini untuk Anak Cucu Kami Nanti.
Aktivitas Berkarang Mengancam Keberlangsungan Transplantasi Terumbu Karang yang Sudah Tumbuh di Perairan Mekko.
Cerita Oleh Anselmus Masan Rumat (Ancis Lamabelawa / Anzhello Lamabelawa).
Gerakan tubuh manusia membawah senjata tajam dan berbagai racun ikan itu mulai mengibas air saat laut surut pada sore menjelang malam itu. Orang-orang dari berbagai wilayah dari kecamatan Witihama dan Klubagolit mulai berbondong melaut melakukan berkarang. Sore itu surutnya cukup jauh, sekitar beberapa ratus meter dari bibir pantai. Terumbu karang yang menjadi rumah ikan tidak mereka hiraukan. Apapun mereka berantakan demi untuk mengambil segala biota di dalam laut Mekko itu. Potas racun ikan mereka aplikasikan dengan sekejab memusnahkan semua semuanya, hingga ke telur ikan. Anak ikan yang mati mereka angkut semua. Aktivitas mereka sangat liar. bekarang adalah aktivitas penangkapan ikan menggunakan benda tanam dengan membunuh ikan saat air laut surut. Aktivitas ini lalu tersentuh dengan zaman menggunakan racun.
“Tolong jangan berkarang di sini. Kami sudah melakukan transplantasi terumbu karang di sini. kami menjadikan tempat ini menjadi daerah rehabilitasi terumbu karang untuk anak cucu kami ke depan”, Kata Said menyampaian tujuan transplantasi terumbu karang.
Berkarang adalah prakatek menangkap ikan saat air laut surut, tidak hanya ikan tapi hampir semua biota laut mereka ambil. Mereka tidak kenal jenis, masa, ataupun jumlah ikan. Semua mereka ludeskan. Aktivitas Berkarang Mengancam Keberlangsungan Transplantasi Terumbu Karang yang Sudah Tumbuh di Perairan Mekko.
Bambu Benda Tajam untuk membunuh ikan dan biota laut lain. Jeriken untuk menyimpan biota hasil buruan.
Komentar
Posting Komentar