Postingan

“Ica Biasa Membawah Kami ke Sini”

Gambar
  Monitoring Bakau /Mangrove di Pesisir Mekko.   Terlihat beberapa anak sedang mandi saat air laut pasang di siang itu. Mereka adalah anak-anak English Class Mekko. Ditengah riuh gembiranya mandi, mereka tidak lupa untuk memantau dan melihat Bakau (Mangrove) yang sudah mereka tanam. Bakau yang mereka tanam sudah Tumbuh “Ica biasa membawah kami kesini”, kata Naila. Naila melanjutkan biasa kami setiap kali kami mandi kami datang merawat mangrove yang sudah kami tanam. Lokasi penanaman mangrove itu sebelah timur, beberapa meter dari titik mandi mereka.   Naila mengatakan bahwa mereka sangat gembira saat melihat Bakau yang mereka tanam sudah tumbuh subur. Mereka secara perlahan melihat harapan yang makin cerah untuk daerah Mekko. Mereka terlindungi dari bencana oleh mangrove dan aktivitas kecil mereka. Naila dan temannya melihat Bakau yang mereka tanam   ECM kembali melakukan monitoring mangrove dilakukan hampir setiap minggu saat kelas bahasa inggris di mulai. Tujuan an...

Mereka Tidak Mau Minum Air Penuh Sampah.

Gambar
  Aktivitas membersihkan sampah di Mata Air Koli Masang. K3 Budaya Adonara / Adonara berlolaborasi dengan Kelompok Baca Koli Ata Kiwan melakukan pembersihan Mata Air Kliha di Desan Koli Masan Kecamatan Adonara, Kabuoaten Flores Timur. Kegiatan itu dihadiri sekitar 40 lebih anak-anak. Kegiatan ini juga melibatkan Volunteeer manca negara Andy Grace asal Rochester, New York, USA.   Akhir dari kegiatan sebanyak sekitar lebih dari 10 kg sampah yang berhasil dikumpulkan di ambil dari mata air. Banyak sampah an organik yang dikumpulkan. Tidak ada pilihan lain dalam mengelolah sampah, sampah itu dikering lalu dibakar.   Anak-anak aktif memelihara Lingkungan  Di akhir dari kegiatan itu Anzhello Lamabelawa menyampaikan profisiat terima kasih kepada kelompok Kaca Koli Ata Kiwan yang sudah melibatkan anak-anak dalam belajar mencintai lingkungan. dalam sesi diskusi kecil, Anak-anak mengatakan Pondok Baca Koli Ata Kiwan sepakat tidak mau hidup dari air yang penuh sampah. Mereka m...

Pertama Kali ! Anak- anak ECM Memandu Wisawatan.

Gambar
Vitri dan Yuni adalah wisatawan yang baru pertama kali mengunjungi Mekko. Saat tiba di Mekko, mereka ingin Trip ke Pulau Pasir Putih Mekko. Dua wanita itu melaju ke kelompok belajar Mekko. Hari itu, mereka anak-anak English Class Mekko (ECM)  belajar di gedung pusat informasi wisata Mekko.   Vitri dan anak-anak ECM mulai Trip Di sini Mekko kan? Tanya mereka ke Dimas, saat itu Dimas sedang mengajar anak-anak English Class Mekko (ECM).   “Saya kurang tau”  jawab Dimas. Dimas merupakan seorang Backpaker asal Medan. Sama seperti Vitry dan Yuni, Mekko sangat asing baginya.   Kebingungan kedua wanita itu lalu terjawab oleh seorang pemuda .  “Betul di sini Mekko kak”. Jawab pemuda itu.  Pemuda temannya Dimas itu enggan untuk menyebut Namanya.  “Kalau nyebrang nanti diantar oleh kapal trip kak”.   “tapi agak nanti kak.  Sekarang masih panas”. Saat itu waktu menunjukan pukul 12 siang, cukup panas.      Sebelum trip, mereka sempat m...

Kelas Bahasa Inggris dan Pelestarian Alam Mekko Support Ekonomi Masyarakat Lokal.

Gambar
“Pa kita ke pulau ya”? begitu kerap kali ajakan anak anak ECM seusai kelas.  Saat seruan ini muncul berarti pemilik kapal siap panen pundi pundi rupiah. ECM (English Class Mekko) Kegiatan K3 Budaya / Adonara C4 di Mekko melalui kelas bahasa inggris dan pelestarian alam yang selalu berkolaborasi bersama Pokdarwis BM3, Pemuda dan Orang tua Mekko, dan  PT Mutiara Adonara dan berbagai stakeholder meningkatkan ekonomi masyarakat lokal. Pasalnya kegiatan transplantasi terumbu karang , praktek speking bersama native di pulau pasir putih kerap kali menyewa kapal di Mekko. selain itu pembelanjaan makanan dan minuman di warung masyarakat juga sering dilakukan. Sekali kegiatan selalu membayar kapal sebesar 100K-250K. Kegiatan ECM tidak mendapat apa apa. Kegiatan ini hanya memberi saja. Kita tidak mengurus uang mereka. Kita mengurus uang itu berasal dari volunteer kita. Volunteer yang bisa bagikan ilmu mereka. Sewa Kapal Untuk Monitoring Terumbu Karang Melakukan Monitoring Terumbu Karang ...

Titik Mula yang Tepat bagi Anak-anak English Class Mekko

Gambar
  Senin 1 Juni 2026 itu, English Class Mekko (ECM) dikunjungi oleh seorang Volunteer Domestik. Kali ini Voulnteer yang berkunjung adalah Dimas, seorang Backpaker. Dimas adalah salah satu backpacker asal medan. Selain menjadi Backpaker, Dimas juga bekerja di salah satu perusahan IT (Information and technology) di Negeri Trenggano, Malaysia Barat.   Saat Dimas tiba anak-anak ECM menyambut Dimas dengan ramah. Dalam proses belajar, Dimas memberi pengalaman untuk membentuk jiwa menjual dan percaya diri kepada anak- anak saat berhadapan dengan tamu/wisawatan (domestic / asing).                                      Dimas, Backpaker yang mengajar Anak-anak English Class Mekko (ECM) “Hai kak selamat siang. Kak ada mau perlu apa. Kebetulan kami ada menyediakan sewa life jacket, payung dan alat Snorkling. Silahkan Kak”, praktek anak-anak saat Vitri dan temannya berkunjung ke Mekko, sesaat setel...

Awas! Area Restorasi Terumbu Karang Mekko

Gambar
Moring Line Selesai di Pasang di Perairan Mekko Ada yang unik di kegiatan kali ini oleh English Class Mekko (ECM). Kali ini ECM   bersama Pemuda Mekko dan PT Mutiara Adonara (cabang Mekko) memasang Moring line Area Restorasi Terumbu Karang Mekko (Selasa 16 Juni 2026). Penanda Area Restorasi itu bertujuan untuk merehabiltasi area terumbu karang yang rusak dari aktivitas liar yang tidak bertanggung seperti pemboman ikan dan aktivitas berkarang. Aktivitas berkarang adalah aktivitas penangkapan ikan yang terjebak saat air laut surut. Aktivitas ini kerap kali merusak karang dengan menggunakan penggali, benda tajam dan racun yang mematikan ikan dan biota laut lainnya. Moring Line Siap di Pasang di Area Restorasi Terumbu Karang Mekko.   Kegiatan itu merupakan salah satu bentuk dukungan pemuda Mekko dan PT Mutiara Adonara terhadap program pelestarian alam / konservasi lingkungan oleh English Class Mekko. Kegiatan itu diimplementasikan 2 hari setelah diplomasi dilakukan oleh ECM kepada...

Anak anak paham Bahaya Sampah Plastik dan Manfaat Pelestarian Alam

Gambar
  Minggu 7 Juni 2026   Hari itu mereka belajar tentang bahaya sampah plastik yang dibuang ke laut. Saat ditanya kenapa harus membersihkan sampah plastik?   Ica mengatakan karena kalau sampah itu ke laut ada potensi ikan memakannya. Dan jika ikan memakannya maka manusia juga akan ikut penyakitan karena makan ikan yang mengandung plastik. Fitri, Vina, Bela, Fadil ,Arpat dan kawan kawan lain juga punya jawaban serupa.                                                                      Ica menjelaskan bahaya sampah plastik Selain itu, mereka belajar tentang keramatamahan saat berinteraksi dengan wisatawan / tamu yang datang ke Mekko dan mereka belajar tentang fungsi mangrove, lamun dan terumbu karang. Anak-anak sudah paham manfaat dari pelestarian lingkungan. Fitri, Vina, B...

Fokus Grup Diskusi Bersama Pustaka Bambu di Mekko

Gambar
K3 Budaya Adonara memfasilitasi pertemuan antara Pemuda dan Orang tua Mekko bersama Pustaka Bambu pada Minggu 31 Mei 2026. Focus grup diskusi kali ini menggalang aspirasi masyarakat dalam tiga hal yaitu tentang keberlanjutan lingkungam, sumber daya manusia dan pendidikan. Pertemuan itu menghadirkan para wartawan lokal.  Dalam sektor pendidikan  Andris Ata Goran mengatakan sudah bagus, hanya saja mereka belum diberi ruang untuk dipakai secara maksimal.   "Potensi anak anak bahasa English itu bagus",  Andri Ata Goran Ketua Yayasan Sahabat Pustaka Bambu . Dia sedikit menyoroti perkuat kelas belajar English Class Mekko Suasana Fokus  Grup Diskusi  Selain pendidikan Ben Hasan merespon soal pelestarian alam dan potensi di Mekko.  Ben membahas bagaimana tentang optimalkan potensi pengembangan sumber daya alam yang ada di Mekko. Tentang pengembangan Terumbu Karang, Mangrove, Lamun, dan penyelesaian masalah sampah.   "Mekko ini Tempat rezeki", Ben Hasan Wa...

Daerah rehabilitasi Terumbu Karang ini untuk Anak Cucu Kami Nanti.

Gambar
Aktivitas Berkarang Mengancam Keberlangsungan Transplantasi Terumbu Karang yang Sudah Tumbuh di Perairan Mekko. Cerita Oleh Anselmus Masan Rumat (Ancis Lamabelawa / Anzhello Lamabelawa).

Transplantasi Terumbu karang Kipas berhasil Tumbuh di Perairan Mekko, Flores Timur.

Gambar
Cerita Oleh : Anselmus Masan Rumat ( Anzhello Lamabelawa). “Salut sama kalian. Terumbu karang kipas berhasil tumbuh”, Padahal terumbu karang ini tingkat keberhasilan tumbuhnya sangat rendah", kata Robin Making, kepala KCD Kelautan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Timur.  Namun foto untuk karang Kipas tidak berhasil di potret. Akan dipotret di kegiatan monitoring selanjutnya.  Inu bukan karang Kipas. Tapi Terumbu Karang Tanduk Rusa yang ditranplantasi tampak sudah tumbuh bermekaran. Kegiatan ECM   monitoring transplantasi Terumbu Karang di perairan Mekko kali itu melibatkan Pemuda Mekko dan Pemerintah Kantor Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dalam kegiatan itu ada beberapa hal yang di diskusikan termasuk penertiban retribusi kapal pinisi yang masuk ke perairan Mekko Flores Timur, dan penguatan kapasitas kelembagaan kelompok pemuda di Mekko dalam management wisata bahari di Mekko.                ...

English Class Mekko Belajar Mandiri Untuk Berkegiatan

Gambar
"Pa ayo kita ke Bule di Kapal Pinisi di Laut. Kami mau berbicara dengan mereka (bule)", pinta anak anak English Class Mekko.  "Kita tidak punya uang untuk menyewa kapal", kata Tutor itu.  kelas itu lalu berubah sesuai situasi dan keadaan. Mereka diajarkan untuk memiliki jiwa menjual.  Sunday May 24, 2026.,  A nak-anak English Class Mekko (ECM) membantu pokdarwis BM3 menjual sewa life jacket, dan payung. Asset ini adalah bantuan dari WWF. Namun hari itu lagi kering rezeki. Tidak ada yang terjual. Padahal tujual uang itu akan pakai untuk membeli solar dan nyebrang ke salah satu kapal Pinisi. Niat itu terjawab setelah pengunjung lain datang menyewa kapal.  "Hore, terima kasih mas", Seru Mereka.  Jasa Rent (Sewa) / Life Jacket 5K &  /Payung 15K Hi guys. Welcome to Mekko. im so sorry before. I would like to introduce my class is mekko english then I teching them for free not pay. Then right now I want tell you guys can you give some practice to them my ...

Pembuatan Media Terumbu Karang part II (Minggu 24 Mei 2026).

Gambar
“Kita harus buat malam ini. Kalau tidak ya mau kapan lagi. Tidak usah di tunda tunda.” Obrolan lepas beberapa pemuda di Mekko itu mulai memecahkan keheningan malam itu Minggu 24 mei 2026.  Oke tunggu di sini saya ambilkan alat untuk membuat. Skop, parang mall (bentukan), air. Tenaga ready. Proses pembuatan media Transplantasi Terumbu Karang dilakukan malam hari ( Minggu 24 mei 2026).   Proses pembuatan media transplantasi terumbu karang pun di mulai pada malam itu memang. Pembuatan ini mereka menggunakan semen satu karung pasir tiga karung 30 kg. Satu jeriken Air 30 liter. Proses pembuatan sekitar 40 menit – satu jam selesai. Campuran semen di masukan ke mall (bentukan media). Siap cetak. Campuran di biarkan beberapa menit langsung. Pembuatan itu menghasilkan 7 cetakan media. Media Transplantasi Terumbu Karang siap di benamkan di perairan Mekko. Crew pembuat media transplantasi terumbu karang itu adalah para anak-anak muda Mekko. Mereka sangat antusias bergiat untuk alam merek...

Pembuatan Media Transplantasi Coral Reef

Gambar
"Kalau pakai beton aliran substrat lancar", kesepakatan media Transplantasi menggunakan beton di sepakati malam itu.  kalau pakai besi keseringan jamur dan banyak alga. dan tentu coral akan mati. semua nutrisi dimakan jamur dan alga.  Kalau mau berhasil tanam di tempat yang pernah ada bekas terumbu karang. keberhasilan berasal dari turbelensi pusaran arus, intensitas cahaya matahari, dan suhu air laut.  Survei 2 kali sudah dilakukan. tempat transplantasi disepakati dan dilakukan di lokasi survei hari pertama.                                                  Selesai pembuatan Media Transplantasi Terumbu Karang  Editor : Official K3 Budaya Adonara / Adonara C4 & English Class Mekko). 

Salah satu pembelajaran di English Class Mekko adalah belajar english basic

Gambar
Pertanyaan itu muncul dari mulut seorang anak di english class mekko. mereka penasaran kenapa mereka harus diajarkan bahasa inggris. Kenapa tidak pembelajaran lain. Kenapa harus di Mekko? Mekko adalah wilayah ulayat suku Lamabelawa Kole. wilayah ini mayoritas didiami oleh suku Bajau. mayoritas penduduk disini memiliki profesi utama nelayan. Perairan di Mekko meliputi beberapa gugusan pulau kecil. Seiring berkembangnya zaman, pulau ini lalu menjadi objek daya tarik wisata selain wisata snorkling and diving. Miss Dori , Volunteer asal Hungari mengajar anak anak English Class Mekko Butuh pengelolaan yang efektif daerah di Mekko. Kelas minggu english class mekko mencoba menjawab kebutuhan itu. Rata-rata masyarakat di sini lulus SD. Bergelut di regenerasi, english class mekko belajar bahasa inggris dasar dan pengetahuan tentang pelestarian lingkungan.  Volunteer lokal dan manca negara sering berbagi ilmu di sini. Mereka sering terlibat dalam kegiatan english class mekko. pendidikan dan ...